Berhasil

Hi, Teman Luna!๐Ÿ‘‹

x

Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi CS Lunarea via WhatsApp ya!

insert_comment phone
Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman
Kursi
Edukasi

Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman

Ditulis oleh Mei Anggraini

Terakhir diubah pada 09 Sep 2026

Ruangan yang nyaman nggak selalu ditentukan oleh luas atau mahalnya furniture yang digunakan. Kadang, masalahnya justru muncul setelah semua furniture masuk dan ditempatkan di posisi masing-masing.

Sofa sudah ada. Meja sudah tersedia. Lemari juga berhasil masuk ke sudut ruangan. Tapi saat digunakan, rasanya kok serba salah. Mau jalan terasa sempit, mau duduk kurang leluasa, bahkan ruangan terlihat lebih penuh dari sebelumnya.

Salah satu penyebabnya adalah menata furniture tanpa memperhitungkan ruang gerak.

Keinginan untuk memanfaatkan setiap sudut rumah memang wajar. Sayangnya, terlalu fokus mengisi ruangan justru bisa membuat rumah kehilangan bagian yang sama pentingnya, yaitu area kosong.

Ruang Kosong Bukan Berarti Mubazir

Dalam interior, area kosong punya fungsi. Ruang ini memberikan jeda secara visual sekaligus membuat penghuni lebih leluasa bergerak.

Bayangkan ruang tamu dengan sofa, coffee table, rak TV, dan lemari yang semuanya diletakkan berdekatan. Secara fungsi mungkin tidak ada yang salah. Namun, ketika jarak antar furniture terlalu rapat, aktivitas sederhana seperti berjalan menuju sofa atau mengambil sesuatu di meja bisa terasa lebih merepotkan.

Karena itu, jangan hanya memikirkan furniture apa lagi yang bisa dimasukkan. Pertimbangkan juga apakah setelah furniture ditempatkan, masih ada ruang yang cukup untuk bergerak dengan nyaman.

Jangan Asal Menempelkan Furniture ke Dinding

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menganggap semua furniture harus berada di pinggir ruangan.

Padahal, menempelkan sofa, meja, rak, dan furniture lainnya ke dinding belum tentu membuat ruangan terasa lega. Yang lebih penting adalah menciptakan hubungan antararea.

Misalnya, sofa dan meja ruang tamu sebaiknya ditata agar orang tetap bisa duduk, berdiri, dan berpindah tanpa harus melewati area yang terlalu sempit. Sementara furniture penyimpanan bisa ditempatkan di area yang tidak memotong jalur utama.

Jadi, bukan sekadar soal posisi furniture, tetapi bagaimana furniture tersebut mendukung aktivitas di dalam ruangan.

Furniture Bagus Belum Tentu Cocok

Ini juga alasan kenapa jangan memilih furniture hanya karena terlihat menarik di katalog atau showroom.

Furniture dengan ukuran besar bisa terlihat proporsional di ruangan luas, tetapi terasa mendominasi ketika ditempatkan di ruang yang lebih kecil. Sebaliknya, furniture yang terlalu kecil juga bisa membuat ruangan terasa kosong dan kurang seimbang.

Sebelum membeli, ukur area yang tersedia. Perhatikan panjang, lebar, tinggi, posisi pintu, jendela, hingga jalur orang berjalan. Dengan begitu, furniture yang dipilih bukan cuma cocok dengan gaya interior, tetapi juga sesuai dengan kondisi ruangan.

Jangan Mengejar Ruangan yang Terlihat Penuh

Rumah yang nyaman bukan berarti setiap sudutnya harus terisi.

Justru, ruangan yang memiliki cukup area kosong biasanya terasa lebih lega, rapi, dan mudah digunakan. Furniture yang ada pun bisa terlihat lebih menonjol karena tidak harus berebut perhatian dengan banyak benda lainnya.

Jadi, kalau ruangan terasa sumpek meskipun furniture yang digunakan sebenarnya tidak terlalu banyak, coba evaluasi kembali penataannya.

Mungkin solusinya bukan membeli furniture baru atau melakukan renovasi besar-besaran. Cukup ubah posisi, kurangi furniture yang kurang diperlukan, dan beri ruang bagi rumah untuk bernapas.

chevron_left

Baca sebelumnya

5 Tips Bikin Rumah Terlihat Lebih Luas Tanpa Bongkar Tembok

Baca berikutnya

chevron_right

5 Trik Mudah yang Bikin Ruangan Terasa Lebih Lega

Kursi
Edukasi

Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman

Ditulis oleh Mei Anggraini

09 Sep 2026

Ruangan yang nyaman nggak selalu ditentukan oleh luas atau mahalnya furniture yang digunakan. Kadang, masalahnya justru muncul setelah semua furniture masuk dan ditempatkan di posisi masing-masing.

Sofa sudah ada. Meja sudah tersedia. Lemari juga berhasil masuk ke sudut ruangan. Tapi saat digunakan, rasanya kok serba salah. Mau jalan terasa sempit, mau duduk kurang leluasa, bahkan ruangan terlihat lebih penuh dari sebelumnya.

Salah satu penyebabnya adalah menata furniture tanpa memperhitungkan ruang gerak.

Keinginan untuk memanfaatkan setiap sudut rumah memang wajar. Sayangnya, terlalu fokus mengisi ruangan justru bisa membuat rumah kehilangan bagian yang sama pentingnya, yaitu area kosong.

Ruang Kosong Bukan Berarti Mubazir

Dalam interior, area kosong punya fungsi. Ruang ini memberikan jeda secara visual sekaligus membuat penghuni lebih leluasa bergerak.

Bayangkan ruang tamu dengan sofa, coffee table, rak TV, dan lemari yang semuanya diletakkan berdekatan. Secara fungsi mungkin tidak ada yang salah. Namun, ketika jarak antar furniture terlalu rapat, aktivitas sederhana seperti berjalan menuju sofa atau mengambil sesuatu di meja bisa terasa lebih merepotkan.

Karena itu, jangan hanya memikirkan furniture apa lagi yang bisa dimasukkan. Pertimbangkan juga apakah setelah furniture ditempatkan, masih ada ruang yang cukup untuk bergerak dengan nyaman.

Jangan Asal Menempelkan Furniture ke Dinding

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menganggap semua furniture harus berada di pinggir ruangan.

Padahal, menempelkan sofa, meja, rak, dan furniture lainnya ke dinding belum tentu membuat ruangan terasa lega. Yang lebih penting adalah menciptakan hubungan antararea.

Misalnya, sofa dan meja ruang tamu sebaiknya ditata agar orang tetap bisa duduk, berdiri, dan berpindah tanpa harus melewati area yang terlalu sempit. Sementara furniture penyimpanan bisa ditempatkan di area yang tidak memotong jalur utama.

Jadi, bukan sekadar soal posisi furniture, tetapi bagaimana furniture tersebut mendukung aktivitas di dalam ruangan.

Furniture Bagus Belum Tentu Cocok

Ini juga alasan kenapa jangan memilih furniture hanya karena terlihat menarik di katalog atau showroom.

Furniture dengan ukuran besar bisa terlihat proporsional di ruangan luas, tetapi terasa mendominasi ketika ditempatkan di ruang yang lebih kecil. Sebaliknya, furniture yang terlalu kecil juga bisa membuat ruangan terasa kosong dan kurang seimbang.

Sebelum membeli, ukur area yang tersedia. Perhatikan panjang, lebar, tinggi, posisi pintu, jendela, hingga jalur orang berjalan. Dengan begitu, furniture yang dipilih bukan cuma cocok dengan gaya interior, tetapi juga sesuai dengan kondisi ruangan.

Jangan Mengejar Ruangan yang Terlihat Penuh

Rumah yang nyaman bukan berarti setiap sudutnya harus terisi.

Justru, ruangan yang memiliki cukup area kosong biasanya terasa lebih lega, rapi, dan mudah digunakan. Furniture yang ada pun bisa terlihat lebih menonjol karena tidak harus berebut perhatian dengan banyak benda lainnya.

Jadi, kalau ruangan terasa sumpek meskipun furniture yang digunakan sebenarnya tidak terlalu banyak, coba evaluasi kembali penataannya.

Mungkin solusinya bukan membeli furniture baru atau melakukan renovasi besar-besaran. Cukup ubah posisi, kurangi furniture yang kurang diperlukan, dan beri ruang bagi rumah untuk bernapas.

Komentar

Artikel Serupa
Pasti Ngga Akan Nyesel, Dapatkan Poin Plus Ini Jika Kamu Beli Kursi Stainless Steel Pasti Ngga Akan Nyesel, Dapatkan Poin Plus Ini Jika Kamu Beli Kursi Stainless Steel Seperti pada Namanya, jenis kursi berasal dari material bahan stainless campuran baja yang tahan karat dan kromium. Kursi stainless menjadi salah satu jenis kursi yang banyak dipakai dalam desain interior modern saat ini. Kursi yang terbuat dari bahan yang kokoh dan anti rayap ini banyak diminati untuk berbagai kebutuhan baik itu di dalam ruangan atau luar ruangan yang membutuhkan tempat duduk. Maka dari itu tak mengherankan jika jenis kursi ini jadi pilihan tepat saat ingin beralih dari kursi kayu atau kursi sofa. Lalu apa saja sih manfaat dari kursi stainless? Baca sampai akhir artikel ini untuk tahu faktanya ya Baca artikel Posisi Duduk Saat Bekerja di Depan Laptop yang Bikin Nggak Gampang Pegal Posisi Duduk Saat Bekerja di Depan Laptop yang Bikin Nggak Gampang Pegal Posisi duduk saat bekerja di depan laptop sering dianggap sepele, padahal justru jadi penentu utama apakah tubuh terasa nyaman atau malah cepat pegal. Banyak orang baru sadar pentingnya postur duduk setelah mulai merasakan nyeri di leher, bahu, atau punggung. Kalau kamu termasuk yang sering kerja berjam-jam di depan layar, artikel ini bakal bantu kamu memahami posisi duduk yang benar sekaligus solusi biar tetap nyaman seharian. Baca artikel 5 Tanda Kamu Memilih Furniture karena FOMO, Bukan Kebutuhan 5 Tanda Kamu Memilih Furniture karena FOMO, Bukan Kebutuhan Baca artikel Ternyata Warna Furniture Bisa Bikin Rumah Terlihat Lebih Sempit Ternyata Warna Furniture Bisa Bikin Rumah Terlihat Lebih Sempit Pernah merasa ukuran rumah sebenarnya cukup, tapi setelah furniture masuk, ruangan malah terasa sesak? Jangan buru-buru menyalahkan ukuran ruangan. Bisa jadi, masalahnya ada pada warna furniture yang dipilih. Baca artikel Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman Ruangan yang nyaman nggak selalu ditentukan oleh luas atau mahalnya furniture yang digunakan. Kadang, masalahnya justru muncul setelah semua furniture masuk dan ditempatkan di posisi masing-masing. Baca artikel