Kursi
Edukasi
Satu Kesalahan Menata Furniture yang Bisa Bikin Ruangan Terasa Nggak Nyaman
Ditulis oleh Mei Anggraini
Terakhir diubah pada 09 Sep 2026
Ruangan yang nyaman nggak selalu ditentukan oleh luas atau mahalnya furniture yang digunakan. Kadang, masalahnya justru muncul setelah semua furniture masuk dan ditempatkan di posisi masing-masing.
Sofa sudah ada. Meja sudah tersedia. Lemari juga berhasil masuk ke sudut ruangan. Tapi saat digunakan, rasanya kok serba salah. Mau jalan terasa sempit, mau duduk kurang leluasa, bahkan ruangan terlihat lebih penuh dari sebelumnya.
Salah satu penyebabnya adalah menata furniture tanpa memperhitungkan ruang gerak.
Keinginan untuk memanfaatkan setiap sudut rumah memang wajar. Sayangnya, terlalu fokus mengisi ruangan justru bisa membuat rumah kehilangan bagian yang sama pentingnya, yaitu area kosong.
Ruang Kosong Bukan Berarti Mubazir
Dalam interior, area kosong punya fungsi. Ruang ini memberikan jeda secara visual sekaligus membuat penghuni lebih leluasa bergerak.
Bayangkan ruang tamu dengan sofa, coffee table, rak TV, dan lemari yang semuanya diletakkan berdekatan. Secara fungsi mungkin tidak ada yang salah. Namun, ketika jarak antar furniture terlalu rapat, aktivitas sederhana seperti berjalan menuju sofa atau mengambil sesuatu di meja bisa terasa lebih merepotkan.
Karena itu, jangan hanya memikirkan furniture apa lagi yang bisa dimasukkan. Pertimbangkan juga apakah setelah furniture ditempatkan, masih ada ruang yang cukup untuk bergerak dengan nyaman.
Jangan Asal Menempelkan Furniture ke Dinding
Kesalahan lain yang cukup umum adalah menganggap semua furniture harus berada di pinggir ruangan.
Padahal, menempelkan sofa, meja, rak, dan furniture lainnya ke dinding belum tentu membuat ruangan terasa lega. Yang lebih penting adalah menciptakan hubungan antararea.
Misalnya, sofa dan meja ruang tamu sebaiknya ditata agar orang tetap bisa duduk, berdiri, dan berpindah tanpa harus melewati area yang terlalu sempit. Sementara furniture penyimpanan bisa ditempatkan di area yang tidak memotong jalur utama.
Jadi, bukan sekadar soal posisi furniture, tetapi bagaimana furniture tersebut mendukung aktivitas di dalam ruangan.
Furniture Bagus Belum Tentu Cocok
Ini juga alasan kenapa jangan memilih furniture hanya karena terlihat menarik di katalog atau showroom.
Furniture dengan ukuran besar bisa terlihat proporsional di ruangan luas, tetapi terasa mendominasi ketika ditempatkan di ruang yang lebih kecil. Sebaliknya, furniture yang terlalu kecil juga bisa membuat ruangan terasa kosong dan kurang seimbang.
Sebelum membeli, ukur area yang tersedia. Perhatikan panjang, lebar, tinggi, posisi pintu, jendela, hingga jalur orang berjalan. Dengan begitu, furniture yang dipilih bukan cuma cocok dengan gaya interior, tetapi juga sesuai dengan kondisi ruangan.
Jangan Mengejar Ruangan yang Terlihat Penuh
Rumah yang nyaman bukan berarti setiap sudutnya harus terisi.
Justru, ruangan yang memiliki cukup area kosong biasanya terasa lebih lega, rapi, dan mudah digunakan. Furniture yang ada pun bisa terlihat lebih menonjol karena tidak harus berebut perhatian dengan banyak benda lainnya.
Jadi, kalau ruangan terasa sumpek meskipun furniture yang digunakan sebenarnya tidak terlalu banyak, coba evaluasi kembali penataannya.
Mungkin solusinya bukan membeli furniture baru atau melakukan renovasi besar-besaran. Cukup ubah posisi, kurangi furniture yang kurang diperlukan, dan beri ruang bagi rumah untuk bernapas.
Baca sebelumnya
5 Tips Bikin Rumah Terlihat Lebih Luas Tanpa Bongkar Tembok
Baca berikutnya
chevron_right5 Trik Mudah yang Bikin Ruangan Terasa Lebih Lega
Komentar